Siti Fadilah Supari menjadi relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara

Mantan Menkes Siti Fadilah dan Mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4)


dkrjateng.or.id, Jakarta, Kamis (15/4/2021). mantan Menteri Kesehatan tahun 2004 - 2009 pada era SBY, yang juga merupakan Dewan Pembina Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) memutuskan menjadi relawan dalam Uji Klinis Vaksin Nusantara. Menurutnya, biasa-biasa saja dan sederhana saja. "Saya malah agak kaget kok menjadi berita?

"Saya mendengar, membaca dan berpikir tentang Vaksin Nusantara, menurut saya si peneliti berpikir logis dan inovatif. Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan, bahkan bisa mengganggu yg sudah mapan. Di dalam ilmu pengetahuan, logis saja tidak cukup, tetapi juga harus dibuktikan.

Maka saya bersedia menjadi relawan karena saya menghargai seorang peneliti yang berpikiran beda dengan yang lainnya".

Dia membuat hipotesis, dan hipotesis itu bisa saja salah, tetapi harus di buktikan dulu. Maka perlu penelitian.

Harapan saya kalau memang vaksinasi ini mendapatkan hasil yang positif, artinya hipotesis dr.Terawan  terbukti, maka saya ikut bahagia karena kondisi saya saat ini sangat cocok dengan  metode ini. 
 
Dan tentang pernyataan dari BPOM yang menentang Vaksin Nusantara, Siti Fadilah mengatakan boleh-boleh saja, karena memang BPOM yang punya wewenang untuk ijin edarnya.

Sementara untuk tudingan bahwa tenaga ahli dan lain -lainnya dalam proses pembuatan vaksin nusantara dari Amerika, Siti mengatakan terus terang tidak tahu, Tapi kita ini kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka  boleh saja bekerjasama dengan negara manapun dengan prinsip kemitraan yang  transparan, setara dan adil, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, ungkap Siti. 

Yang penting produk ini menjadi produk Indonesia, untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan terutama untuk lansia seperti saya. (P-27)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama